Jenis – Jenis Kebisingan

Dalam buku Fundamentals of Industrial Hygiene 5th Edition, pajanan kebisingan di tempat kerja dapat dikelompokan menjadi 3 jenis yaitu (Standard, 2002):

1. Continuous Noise.
    Continuous noise merupakan jenis kebisingan yang memiliki tingkat dan spektrum frekuensi konstan. Kebisingan jenis ini memajan pekerja dengan periode waktu 8 jam per hari atau 40 jam per minggu.
2. Intermittent Noise.
    Intermittent noise merupakan jenis kebisingan yang memajan pekerja hanya pada waktu-waktu tertentu selama jam kerja. Contoh pekerja yang mengalami pajanan kebisingan jenis ini adalah inspector atau plant supervisor yang secara periodik meninggalkan area kerjanya yang relatif tenang menuju area kerja yang bising.
3. Impact Noise.
    Impact noise disebut juga dengan kebisingan impulsif, yaitu kebisingan dengan suara hentakan yang keras dan terputus-putus kurang dari 1 detik. Contoh kebisingan jenis ini adalah suara ledakan dan pukulan palu.

Sedangkan Menurut Suma’mur (2009) menurut sifatnya kebisingan dapat dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu:

a. Kebisingan kontinyu dengan spektrum frekuensi yang luas (steady state, wide band noise). Misal: mesin-mesin, kipas angin, dapur pijar.
b. Kebisingan kontinyu dengan spektrum frekuensi sempit (steady state, narrow band noise). Misal: gergaji sirkuler, katup gas.
c. Kebisingan terputus-putus (intermittent). Misal: lalu lintas, suara kapal terbang.
d. Kebisingan impulsive (impact impulsive noise). Misal: tembakan bedil, meriam, ledakan.
e. Kebisingan impulsive berulang. Misal: mesin tempa, pandai besi.

Tingkat Kebisingan dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Berdasarkan European Agency for Safety and Health at Work (2005):